Home Entertainment Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Rp 200 Juta

Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Rp 200 Juta

30
0
SHARE
Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Rp 200 Juta
MixParlay
MixParlay

THEJAKARTANEWS – Musisi Ahmad Dhani Prasetyo, lagi-lagi harus kembali berurusan dengan hukum. Dhani dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan uang pada Rabu (26/9).

Tertulis dalam surat laporan, suami penyanyi Mulan Jameela itu terjerat utang sebesar Rp 200 juta yang ia dapatkan dari seorang pengusaha Surabaya, Jaeni Ilyas. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan, namun tak menjelaskan secara detail persoalan yang menyeret Dhani.

“Laporannya tentang penipuan dan penggelapan saja,” ujar Frans kepada,Rabu (26/9).

Frans juga mengaku belum memastikan jadwal pemanggilan politisi Partai Gerindra tersebut sebagai terlapor dalam kasus ini. “Tentunya segera kami tindaklanjuti pekan ini,” imbuhnya.

Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Rp 200 Juta

Bukti laporan tersebut tertuang dalam surat register No.TBL/1232/IX/2018/UMJATIM. Laporan tertanggal 26 September 2018 ini ditandatangani Kasubag Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Kompol Sarwo Waskito.

Dikonfirmasi terpisah, pengacara pelapor Jaeni, Arif Fathoni, menjelaskan urusan utang piutang terjadi pada Mei 2016. Saat itu kliennya bertemu dengan Dhani di kediaman Jaeni.

Dalam pertemuan tersebut Ahmad Dhani tengah membutuhkan dana untuk mengembangkan vila di daerah Singosari, Kabupaten Malang. Dhani pun meminjam uang kepada Jaeni sebesar Rp 400 juta.

Jaeni meminjamkan, uang ditransfer ke rekening Dhani secara dua tahap. Pertama pada 5 Mei 2016 dan kedua pada 12 Mei 2016 masing-masing Rp 200 juta.

“Dhani berjanji melunasinya sebulan setelah peminjaman. Namun, tidak ada realisasi pelunasan hingga September 2016. Klien saya terus menagih mulai September hingga November. Tapi tidak ada kejelasan dan alasannya Dhani, belum dibayar oleh Singosari,” papar Arif.

Arif melanjutkan, setelah kliennya menagih barulah Dhani mengembalikan uang tersebut, tapi baru sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut dibayarkan melalui cek yang dikirimkan oleh pihak Dhani kepada kliennya. Sementara sisanya, tak ada kepastian.

“Karena tak kunjung dibayar, klien saya dua kali melayangkan somasi. Masing-masing pada 10 Oktober 2017 dan 3 November 2017. Ini dilakukan karena tak ada kejelasan atas pelunasan utang itu,” jelas Arif.

Barulah pada somasi kedua, Dhani memberikan jawaban. Pada 9 November 2017, melalui Law Firm KR&CO, Dhani menyanggupi akan mencicil kekurangannya sebesar Rp 10 juta per bulan. Namun hal itu hanya isapan jempol belaka hingga kini.

“Tetapi, lagi-lagi janji itu diingkari. Sampai saat ini, cicilan Rp 10 juta per bulan tak kunjung dibayarkan. Karenanya kami ambil langkah hukum ini,” tutup Arif.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here