Home News Berita National Istri Pria Tewas Dalam Mobil di Bekasi Duga Suaminya Disiram Air Keras

Istri Pria Tewas Dalam Mobil di Bekasi Duga Suaminya Disiram Air Keras

11
0
SHARE
Istri Pria Tewas Dalam Mobil di Bekasi Duga Suaminya Disiram Air Keras
MixParlay
MixParlay

THEJAKARATANEWS.COM – Ria, istri HP (60), pria yang ditemukan tewas dengan luka bakar dalam mobil di Rawalumbu, Bekasi, Kamis (29/8/2019), mengaku curiga dengan sebab kematian suaminya.

Ria tidak yakin suaminya bunuh diri seperti yang disimpulkan polisi. Ia menduga suaminya dibunuh dengan disiram air keras.

Polisi sebelumnya tak menyebut soal air keras dalam keterangannya, melainkan temuan botol kosong beraroma bensin dan korek api di dalam mobil.

“Aku curiga (suami) disiram air keras, (karena) muka saja yang terbakar. Kaki, celana, enggak terbakar. Kalau terbakar, harusnya rambut hangus dan terbakar habis. Di mana logikanya?” kata Ria ditemui Kompas.com di kediamannya, Jumat (30/8/2019) siang.

“Kalau terbakar dengan bensin, harusnya terbakar semua. Hangus. Mungkin terbakar sedikit, lalu ditelungkupkan di setir langsung,” imbuhnya.

Ria mengaku, telah menerima hasil autopsi dan pemeriksaan forensik RS Polri Kramatjati terhadap kondisi jasad suaminya.

Hasilnya, HP tewas kehabisan oksigen dan mati lemas. Polisi juga merilis bahwa hanya punggung dan wajah korban yang mengalami luka bakar.

“Kalau bekas dibakar itu gosong, hitam, bukan hanya koyak (pakaian korban),” ujar Ria.

Dari foto di lokasi kejadian yang diterima Kompas.com, tampak wajah korban memang mengalami luka bakar.

Korban ditemukan dalam posisi merunduk ke setir, dengan punggung terluka bakar. Ada sisa kain menempel di punggungnya.

Polisi sebelumnya menduga, HP bunuh diri terkait penyakit diabetes yang diidapnya.

“Dari pemeriksaan para saksi dan autopsi yang kami laksanakan, kami sementara membuat kesimpulan bahwa korban meninggal karena bunuh diri,” ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana dalam konferensi pers yang digelar, Jumat.

Kesimpulan itu didapat berdasarkan temuan bahwa korban telah mengidap penyakit diabetes setahun terakhir.

Polisi menyebut, korban pernah merasa pesimistis melanjutkan hidup kepada anak-anaknya.

“Dua bulan yang lalu, dia (korban) sudah pernah mewasiatkan sesuatu lah pada keluarganya, atas dasar penyakit yang sudah menahun yang kayaknya sudah tidak bisa ditahan lagi oleh korban. Begitu kita (polisi) datang, dia (anak) langsung sampaikan itu,” kata Eka.

“Penyampaian dari si anak, dia (korban) sudah enggak kuat lagi terhadap penyakit yang diderita. Terus wasiat juga kepada anaknya, untuk biaya pendidikan, tapi itu privasi mereka,” tambahnya.

Wasiat itu, ujar Eka, disampaikan korban melalui telepon yang kemudian direkam oleh anaknya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here