Home News Berita National Kisah Pilu Bocah Ramadhan, Jasadnya Ditolak Warga Karena Utang Orang Tua

Kisah Pilu Bocah Ramadhan, Jasadnya Ditolak Warga Karena Utang Orang Tua

4
0
SHARE
Kisah Pilu Bocah Ramadhan, Jasadnya Ditolak Warga Karena Utang Orang Tua
MixParlay
MixParlay

THEJAKARTANEWS – Tak ada anak yang lahir menanggung dosa orang tuanya. Bahkan ketika ajal menjemput dengan caranya sendiri, seorang bocah harus dikuburkan layak meskipun orang tuanya bermasalah dan tak jelas dimana keberadaannya.

Kejadian menyedihkan dialami seorang bocah di Kelurahan Labalawa Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Namanya Ramadan (9), dia tewas di rumahnya karena tak mampu menerobos api saat pondoknya dilalap si jago merah, Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 01.00 Wita dinihari.

Malam itu, Ramadan (9) tidur bersama kakaknya Risno (16). Neneknya yang biasa tinggal serumah dengan mereka, menginap di rumah keluarganya di kabupaten tetangga.

Saat lelap, tak tahu darimana, api yang besar sudah menyala dan membakar rumah di bagian tengah. Ramadan pun langsung bangun dan berteriak kepada kakaknya yang tidur di sampingnya agar menyelamatkan diri. Kebakaran pun tak bisa dihindari.

Risno yang langsung bangun dan refleks melompat keluar kamar dan berusaha lari keluar. Saat itu, Risno yang menarik tangan adiknya, langsung menuju pintu bagian depan.

Malangnya, pintu terkunci dan tak bisa dibuka karena sudah panik saat api mulai menyambar-nyambar. Risno yang bertubuh lebih besar langsung menarik tangan adiknya menuju pintu belakang.

Namun, sang adik yang masih berusia 9 tahun itu tak berani menerobos api yang sudah menghalangi jalan mereka menuju dapur.

“Saya tarik tangannya. Saya panggil mari kita keluar dari rumah, tapi dia takut lewati api,” ujar Risno menceritakan kepada warga dan polisi.

Ketua RT 03 Lingkungan Katapi Kelurahan Betoambari, La Eda mengatakan, kedua korban tinggal dengan neneknya. Sedangkan kedua orang tuanya, sudah beberapa lama keluar dari kampung dan pernah dicari warga.

“Ayahnya kabarnya di Kalimantan. Ibunya tidak tahu dimana. Waktu kebakaran itu, saya dengar dari warga. Langsung saya menuju lokasi ternyata rumahnya sudah dilalap api,” ujarnya La Eda.

Ditolak Warga

Setelah kebakaran terjadi, Risno sempat dirawat di rumah sakit karena luka bakar yang dideritanya. Sedangkan Ramadan (9), jenazahnya masih berada di dalam rumah dan dievakuasi oleh polisi pada pagi hari.

Saat itu, warga tak mengurus jenazah korban hingga menjelang sore. Warga beralasan, ada masalah dengan orang tua korban di kampung.

Kedua orang tuanya, menurut warga setempat memiliki utang. Beberapa waktu lalu, ayah korban yang tidak diketahui namanya oleh warga kampung sempat meminjam motor milik salah satu warga.

Motor ini, ternyata tak pernah dikembalikan oleh ayah korban. Beberapa bulan menunggu, pemilik motor mendengar kabar jika ayah korban sudah berada di Kalimantan. Sedangkan ibu korban yang sudah pisah ranjang, tak tahu dimana keberadaannya.

Karena kasus ini, Risno dan Ramadan sempat dikucilkan di kampung tempat mereka tinggal. Puncaknya, saat Ramadan harus dikuburkan secepatnya, warga banyak yang tak ingin mengurus jenazahnya.

Kapolsek Murhum Ipda Ipda Marvi Oksiriana Cakti STrK membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, ada informasi dari warga soal orang tua kedua korban yang bermasalah.

“Kasian kan, bocah begitu sudah tewas terbakar kemudian saat akan dikebumikan dia masih dikait-kaitkan dengan masalah orang tuanya, yaa kuburkan dulu lah,” ujar Ipda Marvi Oksiriana.

Perwira yang baru bertugas di Polsek Murhum ini mengatakan, warga sebaiknya mengabaikan masalah orang tua korban saat melihat kondisi keduanya saat kejadian. Apalagi saat orang tua korban tak ada di tempat, maka semua harus membantu mengurus jenazah.

Kapolsek bersama anggota yang merasa iba kepada korban, berusaha menemui warga dan memberikan pemahaman.

“Kami berusaha bicara dengan lurah via telepon karena dia lagi diluar kota, Ketua RT dan warga. Setelah ada diskusi, jenazah korban dikuburkan sore harinya,” kata dia.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here