Home News Berita International Mantan Napi Ini Rampok Bank Hanya untuk Minta Dilaporkan ke Polisi

Mantan Napi Ini Rampok Bank Hanya untuk Minta Dilaporkan ke Polisi

6
0
SHARE
Mantan Napi Ini Rampok Bank Hanya untuk Minta Dilaporkan ke Polisi
MixParlay
MixParlay

THEJAKARTANEWS – Seorang mantan narapidana bernama William J. Gallagher (68) baru saja dibebaskan dari penjara. Sebelumnya, ia menjalani hukuman selama 20 tahun di penjara karena upaya pembunuhan.

Namun, setelah bebas dari penjara ia kembali melakukan kejahatan dengan merampok bank Chase, Winscosin, Amerika.

Menurut Oddity Central, peristiwa ini terjadi pada Selasa (5/2/2019), hanya 6 bulan setelah Gallagher menyelesaikan hukuman penjara di New Jersey.

Gallagher meninggalkan penjara dengan naik kereta menuju Chicago, lalu ke Milwaukee sebelum ia merampok di Winscosin, dan merampok di bank Chase.

Namun, usai melakukan perampokan alih-alih ia kabur, Gallagher justru meminta tagihan sekitar 100 dolar AS atau sekitar Rp1,3 juta pada kasir bank.

Kemudian sambil santai-santai, Gallagher meminta pada kasir bank untuk memanggil polisi dan menunggu mereka datang untuk menangkapnya.

Tujuannya adalah, dia tidak ingin melarikan diri dengan uang itu, tetapi supaya dikirim kembali ke penjara atas kejahatan yang baru saja ia lakukan.

Menurut keterangan, pria dari New York ini menghabiskan begitu banyak waktu di jeruji besi sehingga tidak bisa menyesuaikan dengan dunia luar.

Bahkan, ia pernah mendengar bahwa penjara Winscosin adalah yang terbaik di Amerika Serikat, maka ia memutuskan ke sana untuk melakukan kejahatan, supaya ia bisa kembali dibui.

“Sekitar 48 tahun yang lalu, saya duduk dengan seorang kriminal berusia 72 tahun, dan dia telah berada di hampir setiap penjara di negara ini, dia melakukan dua tawaran salah satunya kembali ke Wisconsin,” kata Gallagher.

“Menurutnya, makanan dan semua yang ada di penjara Winschosin adalah yang terbaik,” tambahnya.

Selain itu, Gallagher juga pernah mendengar bahwa, di penjara tersebut ada insentif kesehatan yang ditawarkan melalui Departemen Urusan Veteran AS.

Oleh karenanya, ia berharap untuk dipenjara di sana supaya mendapat jaminan perawatan kesehatan.

Ketika melaksakan sidang, Gallagher juga menjelasakan alasannya untuk kembali ke penjara.

“Aku tidak gila, Yang Mulia,” kata Gallagher kepada Hakim David Hansher selama persidangannya.

“Aku baru saja keluar dari penjara dan melihat usiaku 68, alih-alih pergi dari kehidupan ini, aku hanya memikirkan tempat yang baru saja aku tinggalkan,” terangnya.

Salain haki, James Griffin asisten jaksa yang menuntut Gallagher, juga dikejutkan oleh penjelasannya.

“Saya tidak pernah mendengar ada yang merampok bank supaya mereka bisa masuk penjara, untuk bisa mendapatkan perawatan kesehatan,” kata Griffin.

“Ini komentar menyedihkan tentang situasi perawatan kesehatan di Amerika. Bahwa seorang pria harus merampok bank untuk mendapatkan perawatan kesehatan,” tambahnya.

Gallagher telah meminta hukuman penjara selama 10 tahun, tetapi hakim menolaknya, sebagai gantinya ia meminta investigasi kehadiran untuk sidang pada 13 Februari mendatang.

Permintaan Gallagher untuk masuk ke penjara membuat pengacaranya Charles Roozen, berada di posisi yang aneh.

Kliennya memintanya dibela untu membantunya kembali ke penjara.

“Ini adalah peran sebaliknya yang saya gunakan atau saya inginkan,” kata Roozen.

Menurutnya kisah ini hampir serupa dengan kejadian beberapa tahun lalu, di mana seorang pria melakukan kejahatan supaya masuk penjara demi menghindari omelan istrinya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here