Home Entertainment Ternyata Ada Dua Orang Indonesia di Avengers: Infinity War

Ternyata Ada Dua Orang Indonesia di Avengers: Infinity War

416
0
SHARE
thejakartanews - Ternyata Ada Dua Orang Indonesia di Avengers Infinity War
MixParlay
MixParlay

THEJAKARTANEWS – Ternyata ada dua orang Indonesia yang terlibat di film Avengers: Infinity War.

Dua orang itu bahkan memainkan peranan yang cukup penting dalam film Avengers besutan Marvel Studio ini. Mereka adalah Ronny Gani dan Renald Taurusdi.

Ronny Gani berperan sebagai senior animator, sedangkan Renald Taurusdi sebagai creature technical director.

thejakartanews - Ternyata Ada Dua Orang Indonesia di Avengers Infinity War

“Dalam konteks yang lebih besar kami adalah visual effects untuk film making, dalam kasus ini untuk Avengers: Infinity War. Film maker datang ke kami dan kami menyediakan jasa membuatkanvisual effects seperti explotioncharacter animationsimmulation, dan segala macam,” tutur Ronny kepada Tribunnews.com sela-sela promosi Avengers: Infinity War di Marina Bay Sands, Singapura, Minggu (15/4/2018) lalu.

Ronny Gani bertugas membuat karakter-karakter superhero di Avengers: Infinity War menjadi hidup.

Contohnya karakter Hulk. Si raksasa berbadan hijau itu dibuat oleh komputer. Meski telah mengalami berbagai olahan digital, Hulk belum hidup.

“Peran saya membuat dia menjadi hidup berdasarkan performance yang diinginkan oleh film maker di tiap shot,” kata Ronny.

Setelah Ronny Gani dan timnya selesai, mereka meneruskan karya mereka ke tim Renald Taurusdi.

thejakartanews - Ternyata Ada Dua Orang Indonesia di Avengers Infinity War

Lingkup pekerjaan Renald adalah simulasi. Dia melakukan simulasi terhadap kostum, otot, dan rambut para karakter. Simulasi dilakukan sesuai arahan film maker.

“Misal, bahan celananya dari jeans, saya harus membikin supaya celananya terlihat seperti jeans. Jadi saat orang menonton, mereka tahu itu jeans,” papar Renald.

Ronny menambahkan hasil pekerjaan mereka di Avengers harus membuat para penonton percaya para karakter bergerak atas keinginannya sendiri, bukan karena digerakkan.

Itu termasuk dari kostum, rambut, atau aspek-aspek lain. Ternyata sulit juga, ya pekerjaan mereka.

“Itu challenge-nya,” kata Ronny.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here